KIta yang tiada - Al Ikhlas 3 (THE SERIES)

 
fusionwayangkulit


'Qul huwa Allah Hu Ahad' 
Sebuah film pendek bertajuk Alang Alang kumitir yang pada tahun 2018 meraih berbagai prestasi mancanegara menggambarkan alam semesta dalam tujuh lapisan langit dan pencarian seorang manusia terhadap Alang Alang kumitir yang disebut lebih tinggi dari langit ke tujuh.

Pernahkah kita mengingat saat kita belum eksis saat belum ditanamkan dalam rahim ibunda. 
Saat ibu dan ayah kita belum bertemu dan masih berada di masa kanak kanak mereka, lalu di manakah kita saat itu? 
Apakah kita berada di Alang Alang kumitir dalam kuasa dan ilmu Nya? 
Apakah saat itu kita sudah merasa ada dan hadir? 

Saat dalam Alang Alang kumitir pengetahuan akan diri belum hadir dan belum ada organ tubuh yang bisa melihat, mendengar dan merasa sesuatu dan kita berada dalam rahmaniah Allah. 

Kita tidak punya apa apa dan bukan apa apa. 

Qul Huwa Allah Hu Ahad, hanya Allah yang eksis, kita tidak ada apa apanya. 

Yuk munculkan kembali rasa bukan apa apa ini ketika ingin menggapai keihlasan yang sebenar benarnya. 
Hadirkan rasa bahwa kita tidak mempunyai apa apa kecuali pengenalan akan Dia yang batin. 

Rasa ini yang dihadirkan saat kita kehilangan sesuatu atau harus mengikhlaskan harta , jabatan, kedudukan dan orang terdekat kita. 
Karena memang kita adalah ketiadaan,  berawal dari bukan apa apa dan tak punya apa apa sehingga akan ringan bagi kita saat melepas kemelekatan. 

Ketika rasa ikhlas ini mulai muncul dalam diri maka di sisi lain sifat Riya pun akan menghilang. Bagaimana cara menghilangkan sifat Riya? 
Lihat hanya pada Allah saja, the one and only.  Semakin mendekat pada Nya maka semakin tinggi rasa rendah pada diri, dan semakin bersikap dan bergerak laiknya wayang yang dimainkan sang dalang. Ketika sang dalang tidak memainkannya maka ia akan diam dalam kotaknya. Kita hanya bergerak atas tujuan kepada Nya dan dalam kehinaan berusaha menggapai cinta kasih Nya.

 Sebuah falsafah Sunda berbicara 
Nyumput dina caang (bersembunyi dalam terang) Indit bari cicing (pergi tapi diam) Lumampah ulah ngalengkah (pergi tanpa melangkah) Ngomong ulah ucap (bicara tanpa terucap) 

Hadapkan diri sepenuhnya pada Allah sehingga ketika kehilangan jabatan dan harta pun tak terasa apapun. Hilangkan perasaan ingin selalu eksis dan berada dalam sorotan lampu perhatian manusia se jagad. Melatih diri untuk selalu bersembunyi meskipun cahaya terang diri kita terlihat dari kejauhan. Belajar diam dan tahan jari untuk selalu berkomentar. Jangan tumbuhkan rasa marah saat tidak mendapat perhatian, saat kita tidak berada dalam 'radar' orang lain. Berbahagia lah menjadi orang 'yang tidak ada' karena kita akan lebih mudah meluruskan seluruh niat dan pergerakan hidup. 

Bagaimana sih menjadi wayang Nya? betulkah setiap pergerakan, setiap upaya mati matian yang kita lakukan itu karena kita digerakkan oleh Nya? bagaimana meyakinkan diri bahwa kita masih menghamba kepada Nya dan bukan kepada hawa nafsu. 

Cek lagi semuanya, jangan sampai syetan menyelipkan hal hal yang kita anggap baik padahal sebetulnya kita sudah menjauh dari tujuan. Selalu waspada pada hawa nafsu yang kadang menyelinap di balik alasan alasan logis. Bagaimana pun dengan potensi manusia yang mempunyai kemampuan berfikir dan merasa sudah saatnya kita lebih 'pintar', lebih banyak menelisik ke dalam diri, mempertanyakan niat diri berulang untuk menjaga kemurnian. 

Cek lagi dan lagi ya...

Wallahu'alam bis showab


Comments