Whatever happens, happens


Michigandaily.com


Sudah baca doa, sudah hitung domba yang berlompatan dalam bayangan,  sudah cuci kaki dan gosok gigi, sudah setel musik slow,  tapi kok ya masih cemas banget memikirkan besok. Besok adalah hari yang sudah dipersiapkan berbulan bulan, ujian masuk perguruan tinggi impian. 

'Besok gimana ya kalau driver ojolnya lama datengnya, gimana dong ujian bisa telat, kalau telat nanti aku ga bisa mikir, ujianku berantakan, masa depan pasti suram' 

 PANIK, sejuta bayangan buruk menggelayut di kepala... jadinya sibuk memikirkan kejadian 10 tahun ke depan kalau datang terlambat nanti buyar semua hafalan di kepala, ga bisa masuk PTN impian, terus nanti harus kuliah di kampus swasta yang jauh banget lokasinya.. wah gawat..gawat . Instead of menyusun strategi bagaimana supaya besok tidak telat, akhirnya malah disibukkan dengan berjuta kalau di kepala. 

Overthinking, terlalu memikirkan sesuatu terus menerus, diulang ulang terus sampai panas kepala misalnya membayangkan hal hal yang sudah atau belum tentu terjadi. Beda banget juga dengan berfikir aspek filosofis yang mendalam mencari latar belakang sebuah fenomena.

Stop overthinking and Just DO 

Kamu jadi terlalu ketakutan untuk melakukan apapun ya, peragu, ga berani ambil resiko. Kadang kamu jadi tidak mau melakukan hal hal yang kamu tidak tahu ujungnya kemana. 

mungkin kita ini terbiasa mengandalkan diri sendiri, menganggap semua hal terjadi karena persiapan kita, karena kita yang memastikan berhasil tidaknya. Kalau ga belajar ya ga akan bisa mengerjakan ujian, kalau tidak nyalain alarm ya ga akan bangun pagi dan sejuta kalau lainnya yang intinya mengandalkan diri sendiri dan menganggap semua sumber kekuatan dari diri sendiri. 

Kita lupa,  kan ada kekuatan maha besar di luar sana yang mengendalikan semua lho...yang bisa saja membuatmu jadi terbangun cepat atau bahkan kamu ga bangun lagi pagi ini...

Iya,  ada Allah yang bisa menggerakkan seluruh universe untuk bantu kita. Bahkan menggerakkan langit berhenti hujan ketika tahu manusia kesayangannya ga punya jas ujan padahal lagi sakit dan harus datang tepat waktu. 

Jadi biar ga overthinking, gimana ya?

berusaha sekuat tenaga itu adalah ikhtiar, berusaha istirahat dan tidur tepat waktu sebelum ujian, menenangkan pikiran dari pikiran liar yg melayang layang juga bagian dari ikhtiar. Setelah ikhtiar maka kita ber tawakkal, berdoa kepada Allah bahwa upaya kita akan menghasilkan hasil yang baik, menyerahkan semua hasil akhir kepada Allah saja. Optimis dan berprasangka baik, itu kuncinya.  

“Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannnya” (Al-Mu'min:60)





Comments