tentang ingin

clockit.io


Boleh kok punya keinginan.. serius..

Banyak yang bilang kalau jadi muslim yang baik itu harus menjauhkan diri dari hal hal yang sifatnya terlalu duniawi, tak bisa bersenang senang, menjauh dari hiruk pikuk dunia. Bisa jadi benar, karena ada kehidupan selanjutnya yang akan kita jalani setelah meninggal yang jauh lebih abadi, lebih real, anti gimmic gimmic, dan tidak perlu pencitraan di akhirat sana. 

Tapi bukan artinya secara ekstrim kita menjauh dari dunia dengan mengasingkan diri atau meninggalkan dharma bakti kita selama di dunia. Seperti kata Vety Vera (artis dangdut jaman lawas) bahwa semua perlu disikapi dengan 'sedang sedang' saja, menempuh 'shiratan sawiyan' atau jalan tengah. 

Nah ini serunya, pertempuran yang tak berkesudahan menemukan titik tengah, menemukan yang 'sedang sedang saja' , menjadi 'tak berlebihan' itulah yang menjadi perjuangan seumur hidup ketika kita menghadapi dunia.

Tapi kan saya pingin punya rumah besar karena supaya ketika lebaran keluarga bisa bersilaturahmi berkumpul bersama dengan nyaman tidak berdesakan dan panas, kan silaturahmi itu wajib  dalam Islam. Saya butuh mobil berpenggerak roda 4 alias 4WD supaya pas ke desa terpencil untuk membantu masyarakat di sana saya tidak direpotkan dengan lumpur di jalan, musti dorong mobil ketika selip dan saya takut badan saya terlalu lelah sehingga bisa sakit. Saya juga bekerja mati matian supaya banyak proyek karena perusahaan saya menghidupi banyak orang nih, kasihan kan mereka kalau harus di PHK karena perusahaan tidak ada pekerjaan.

Biasanya kita terjebak disini, syetan sejak jaman nabi Adam pun mereka menggunakan segala daya upaya dan makar untuk menjerumuskan kita. Semakin lama halus jebakannya sehingga kadang kita tidak sadar sudah tergelincir. 

Niat adalah salah satu jebakan syetan yang halus. Niat baik yang kalau ditelisik ulang ternyata masih menyisakan hal hal yang malah menjadikan Tuhan lain dalam hidup misalnya terselip rasa bangga kalau punya rumah besar, atau memang standar kenyamanan yang semakin meningkat sehingga malas bersusah payah ke daerah terpencil dan butuh eksistensi dan pujian dari manusia ketika punya perusahaan dengan karyawan yang banyak. 

Jebakan lainnya adalah 'kekhawatiran', khawatir akan hal hal di masa depan yang seharusnya kita tak perlu khawatir karena Allah selalu ada dan menjadi penjamin utama bagi kita. 

Bukankah semua terjadi atas ijin Allah? tidak serta merta karena kendaraan yang dipakai bukan kendaraan bagus sehingga kita menjadi sakit ketika berdharma di daerah, tidak serta merta pula silaturahmi menjadi berkurang ketika rumah kita kecil dan panas, dan bukankah Allah sang Maha pemberi hidup, yang memberi rejeki pada setiap karyawan di kantor kita. 

Memang bergantung sepenuhnya pada Allah itu tidak mudah ketika syetan menghembus hembuskan rasa khawatir, ketakutan dan ketidak pastian. 

Karena manusia diberi keutamaan akal oleh Allah, maka sepertinya kita perlu memaksimalkan akal dengan berusaha supaya tidak seperti keledai yang bolak balik terjebak di lubang yang sama. Musti berstrategi juga ketika berperang melawan mahluk ini. 

Pertama, kenali kelemahan diri dalam rasa diri

Apalagi nih rasa diri

Biasanya rasa diri adalah hal hal  yang berhubungan dengan diri , berhubungan dengan segala sesuatu yang bersifat fisik contohnya rasa lapar, rasa capek, rasa sakit. Kita cek ulang, apa saja yang pemicunya berhubungan dengan fisik yang pada akhir membuat kita tergelincir. Misalnya nih, paling gampang naik darah kalau telat makan, paling khawatir kalau badan jadi kecapean sehingga kadang terlalu ketakutan menempuh kegiatan yang melelahkan.   

Nah sudah tau kan kelemahan kita soal rasa diri ini?
Kedua, mengatur hidup dengan berkaca pada kelemahan dalam rasa diri ini. Biasanya ini adalah tempat dimana syetan berusaha 'masuk', merayu rayu dan menggoda supaya kita tergelincir. Salah satu trick syetan adalah berusaha menggelincirkan kita dengan 'membantu' mencari solusi dari kelemahan kita. Contohnya, kita sudah tahu kalau jadi mudah marah ketika telat makan, dan kita berusaha menghindari menjadi marah dengan berusaha untuk makan tepat waktu. 
Pinternya syetan, ketika kita berusaha makan tepat waktu, ternyata ada godaan yang 'menyenggol' hal lain misalnya jadi berlebihan ketika menyediakan makanan karena khawatir tidak cukup, menambahkan 'kenikmatan' atas makanan yang melenakkan melalui wiskul yang akhirnya bikin telat makan juga karena mengejar lokasi wiskul terkenal di sebuah kota. Belum lagi ketika antri membeli makanan di tempat terkenal itu, kita jadi khilaf marah marah (karena sudah telat makan) , marah pada para penyalip antrian atau complain keras karena ada yang kurang dalam makanan yang disajikan secara terburu buru. 

Wuih.. pinter banget memang mahluk yang satu itu untuk menjerumuskan kita. Pasti pinter, karena dia menggoda dari berbagai arah, depan, belakang, atas, bawah. 

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (Al Hajj 52). 

Bak berperang sendiri dengan musuh, perlu strategi ala Suntzu. 

'Let your plans be dark and impenetrable as night, and when you move, fall like a thunderbolt'. 

Ketiga, segera kaji ulang semua hal yang berkenaan dengan rasa diri, analisa segera hal hal yang bisa membuat kita tergelincir. Segera bergerak dan berubahlah dengan cepat, sebelum syetan menyadari bahwa kita telah mendahului dia. 

Dan yang terakhir, yang paling utama dari semuanya adalah menjadi sepenuhnya bergantung dan memohon kekuatan kepada Nya, karena kunci utama mengalahkan syetan adalah dengan senjata dari Nya. Bak batu Kryptonite yang membuat manusia super menjadi lumpuh seketika, maka Dia adalah senjata pamungkas dalam pertempuran tak berkesudahan ini

Comments