As Shomad adalah sebagai wujud dari asma Allah Ar
rahman(maha kasih sayang), nilai rasa adalah seperti hubungan ibu dengan
bayinya yang baru dilahirkan (kebergantungan dari sisi luar).
Semua manusia inginnya hidup tenang, bahagia, tidak merasa stress, nginnya kembali seperti bayi yang merasa aman dan nyaman saat dipeluk dan disusui ibunya.
Bagaimana kunci dalam menemukan Allah sebagai satu satunya tempat bergantung itu?
Salah satu Kuncinya adalah mewujudkan sikap rahmaniah atau penuh kasih sayang.
Ketika dilukai, disakiti, dan kesal harus melihat pada Allah yang maha cinta kasih, sehingga kita selalu cinta kasih pada siapapun, tidak membalas keburukan dari orang tersebut. Ketika diberi keburukan maka balasannya adalah kasih sayang. Rasul kesayangan Allah di awal masa berdakwah sering dilempari dan dihina namun ia tetap tersenyum dan mendoakan.
Ketika kita berjalan sendiri maka belum teruji cinta kasih
kita. Dalam mewujudkan kasih sayang kita harus bisa berjamaah, berlapang lapang
dalam sebuah kelompok, mengisi kekosongan orang lain dan merapikan barisan.
Kita adalah keping puzle bagi orang lain, melengkapi orang lain dalam sebuah jamaah/kelompok. Dalam sebuah jamaah/kelompok apakah itu kelompok dalam pekerjaan, kehidupan bertetangga, kehidupan berjamaah dalam sebuah mesjid atau pengajian tentu dalam setiap urusan masih banyak bolong dan kekurangan disana sini.
Saat itulah kita diuji rasa cinta kasih kita pada sesama teman seperjalanan menuju visi yang dicita citakan.
Sudah ikhlaskah pada kekurangan teman kita atau organisasi yang masih tertatih tatih - tentunya setelah berupaya dengan maksimal dalam mempersiapkan dan melaksanakan suatu kegiatan.
Sudahkah kita memperlakukan teman yang terlihat lambat atau belum sesuai dengan cara berjalan kelompok kita dengan kritik yang penuh kasih sayang seperti laiknya seorang ibu memarahi anaknya yang makan eskrim kala sakit.
Yuk di cek lagi, apakah ketika menemukan kelemahan teman, kita
inginnya menjatuhkan, menjelekkan dan menghilangkan dia dari keberjamaahan?
Berhati hati dan tetap eling lan waspada supaya dalam berjamaah tidak mendzolimi orang lain, bisa melihat semut dalam kegelapan sehingga tidak terinjak.
Jangan sampai urusan orang lain yang sedang berjuang dengan diri dan masalahnya dalam kehidupan berjamaah menjadi 'terinjak' oleh kita karena kita pun berada dalam kegelapan. Kita pun masih kesulitan dalam mengingatkan teman dengan cara baik dan membangun dirinya menjadi lebih baik.
Saat kita mengingatkan teman dengan cara yang kurang tepat -karena saat itu kita pun sedang mempunyai masalah sendiri- maka akan diterima dengan kurang baik. Niat baik yang pada akhirnya tidak tercapai karena syetan turut andil menghembus hembuskan emosi di kedua belah pihak.
Begitu pula nilai rasa dengan Allah, apapun yang dihadirkan Allah akan mengalir pada sang bayi, itulah saat manusia pada akhirnya menjadi ulil albab (dalam keadaan apapun selalu berzikir, bertafakur, memahami ayat semesta) .
Bagaimana mengenal Allah yang maha ilmu?
Satu satunya cara adalah dengan memahami kitab Nya,
menelisik Al Quran dan buatlah diri jadi penasaran mencari dan memahami ayat
ayat Nya. Arahkan seluruh hidup mengikuti petunjuk Nya
Wallahu'alam Bis Showab

Comments
Post a Comment