![]() |
| Mukhlisin.com |
Qul Huwa Allahu Ahad
Iya tahu, Allah itu Ahad..cuma satu satunya, tiada bandingannya, tiada terbayangkan oleh mahluk Nya.
Tapi betulkan kita sudah menghadirkan rasa Allah yang ahad dalam kehidupan sehari hari ? atau cuma sekedar tahu aja.
Yuk cek ombak sedikit, berapa kali dalam sehari kita tergelincir kala kita merasa paling berjasa terhadap sesuatu, bila tidak ada kita maka sebuah pekerjaan atau kegiatan menjadi gagal.
Berapa kali saat jari mulai memposting tulisan di berbagai grup Whatsaap, secarik status di twitter atau berpanjang panjang dalam facebook atau sekedar menyimpan foto dan caption di instagram terselip rasa 'ingin eksis, ingin dikenal, ingin diperhatikan dan dipuji'.
Tahankah kita menjadi ghost writer? yang tidak perlu mencantumkan nama dalam setiap tulisan. Atau meski tanpa identitas, tahankah kita menahan gejolak rasa dalam diri ketika merasa bangga akan pencapaian dan berujar dalam hati 'gue keren yah'.
Di sini pengakuatn atas Allah yang Ahad menjadi hilang bermakna, karena kita terlupa bahwa dibalik semua kebaikan, semua keberhasilan kita hanya ada Dia yang mempunyai peran.
Mencoba memurnikan rasa hanya pada Allah saja itu tentu tidak semudah itu, Rudolpho..syetan mengendap endap mencari celah.
Duh, jadi gimana dong..
Mungkin dimulai dengan ini,
'Jangan pernah merasa hadir di hadapan mahluk karena sejatinya kita bukan apa apa dan diciptakan dari hal yg menjijikkan'.
Bangkitkan rasa bahwa hanya Allah saja tempat bergantung karena ketidakberdayaan kita sebagai mahluk yang lemah, yang diciptakan dari tiada bentuk hingga terlahir yang sepenuhnya bergantung dalam rahim ibunda kita.
Hati hati pada jebakan kegelapan yang sering hadir dalam diri ketika kita tidak mampu memurnikan aspek rasa, karsa, cipta dan karya hanya pada Allah semata. Kita kadang terkonsentrasi mengolah aspek tersebut untuk melegalisasikan godaan syetan menjadi mewujud dalam keburukan diri .
Ketika kita mendengar sesuatu hal yang membangkitkan sebuah rasa karsa misalnya ingin memarahi seseorang maka jangan pernah terjebak mengakomodir rasa cipta dengan merencanakan akan memarahi seseorang tersebut dengan bisikan dalam diri 'awas lo ya, kalau ketemu aku omelin' . Apalagi ketika kita mewujudkan kemarahan kepada seseorang (rasa karya) dengan mendamprat orang tersebut.
Bersihkan aspek aspek ini melalui Al Ikhlas, Qul huwa Allahu Ahad ketika kita benar benar hanya melihat Dia 'the one and only' yang eksis maka aspek rasa kita akan terbersihkan dan termurnikan.
Allahusshomad bergantung sepenuhnya hanya kepada Dia akan membersihkan aspek karsa kita.
Lam Yalid wa lam yu lad mewujudkan aspek cipta yang termurnikan kepada Nya serta wa lam yakul lahi kufuwan ahad akan memurnikan seluruh aspek kekaryaan kita.
Bangkitkan rasa kenikmatan di setiap rasa ini, tidak hanya di salah satu rasa. Bangkitkan keikhlasan dalam rasa, dalam setiap kata hati yang bergema dalam diri, dalam setiap perencanaan dalam menghadapi kehidupan dan dalam setiap langkah kekaryaan kita.
Waspada pada syetan yang akan berusaha menembus setiap aspek rasa dalam diri.
Kadang kita sudah melakukan sesuatu hanya untuk Allah semata, merencanakan sebuah kekaryaan dan mewujudkannya, namun syetan bisa menyelusup dengan membangkitkan kebanggaan tersembunyi dalam diri bahwa kita bisa melakukan sesuatu atas kekuatan sendiri. Atau bahkan syetan menggoda dengan membangkitkan kecemasan dan kekhawatiran ketika sesuatu tidak dalam kontrol kita, pada akhirnya melahirkan sikap control freak, merasa harus mengetahui semua hal karena khawatir akan ada kegagalan apabila kita tidak bisa mengontrol hal tersebut.
Renungkan sebelum kita bersikap atau bahkan sebelum merencanakan dalam hati, apakah hal tersebut untuk Allah saja, apakah sudah menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Nya, dan pada akhirnya memandang semua hanya untuk Dia.
Wallahu Alam bis showab

Comments
Post a Comment